• head_4

Selamat Datang di Website SMA NEGERI 11 MAROS | Terima Kasih Kunjungannya

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


SMA NEGERI 11 MAROS

NPSN : 40308325

Jl. Pangkasalo Kel. Baju Bodoa Kec. Maros Baru Kode Pos 90515


smansesmaros@yahoo.com

TLP : 0853 9899 2226


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 66528
Pengunjung : 30452
Hari ini : 13
Hits hari ini : 26
Member Online : 0
IP : 3.231.167.166
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

Guru Harus Bersahabat dengan Teknologi




Salah satu fenomena dalam dunia pendidikan di negeri kita saat ini dimaasa pendemic Covid 19 ini adalah munculnya semangat baru dikalangan pada pendidik untuk menggunakan teknologi dalam melaksanakan proses pembelajaran meskipun ada beberapa kendala khususnya di beberapa daerah yang tidak terjangkau oleh jaringan internet. Hal ini semakin membuka mata kita kalau negeri kita ini tertinggal dalam hal infrastruktur khususnya dalam bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi. 

Disaat anak-anak  dinegara lain berlomba-lomba berkarya melalui Teknologi Informasi dan Komunikasi, di Negara kita anak-anaknya berjuang untuk dapat belajar menggunakan teknologi termasuk para Guru. Masih banyak Guru di Indonesia yang belum bersahat dengan teknologi, karena itu para Guru-Guru selalu berharap dan berdoa supaya pandemi Covid 19 ini segera berakhir supaya proses pembelajaran dapat berjalan normal kembali seperti sebelumnya, tapi tunggu dulu. Apakah setelah pandemi Covid 19 sudah berakhir maka semua akan kembali seperti semula?

Jika kita lihat kondisi dan perkembangan yang terjadi saat ini ada beberapa hal yang perlu kita renungkan, khususnya para pendidik dan tenaga kependidikan.

  1. Perubahan dunia pendidikan kearah digital sebenarnya bukan lagi hal yang baru karena perubahan dunia ke arah digital sudah barang tentu akan membawa ke arah digital juga. Hal ini sudah terlihat beberapa tahun yang lalu dengan munculnya metode belajar yang baru yaitu BYOD (Bring Your On Device) dimana peserta didik dalam belajar cukup menggunakan Device/Gadget yang dimiliki dan tidak perlu lagi membawa Buku-buku yang banyak ke sekolah karena semua isi dari buku sudah dimasukkan semua ke dalam Gadget mereka melalui internet dan di Indonesia sendiri sudah ada beberapa sekolah yang menerapkannya yang artinya ada Covid 19 atau tidak, Pendidikan akan mengarah ke era digitalisasi.
  2. Pendidikan akan mengarah ke Digitalisasi Pendidikan dan Covid 19 mempercepat proses tersebut terjadi sehingga Guru-Guru bekerja keras untuk belajar dalam mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran. Apa yang sudah dimulai oleh para Guru dengan mengabungkan proses pembelajaran dengan teknologi dan sudah sepatutnya untuk diteruskan karena pendidikan di dunia ini akan mengarah kesana yaitu pendidikan digital dan saat ini merupakan moment yang tepat dalam melakukan transformasi digital pendidikan dan membuat Guru lebih bersahat dengan teknologi.
  3. Kombinasi pertemuan secara langsung dan online tentunya akan menghasilkan proses pembelajaran yang baik. Kita juga tidak boleh meninggalkan proses pembalajaran tatap muka karena hal tersebut juga memiliki hal-hal positif dalam melaksanakan proses pembelajaran. Sistem pendidikan kita akan jauh lebih baik jika kita dapat mengkombinasikan keduanya terlebih jika ditunjang dengan infrastruktur yang mendukung dari Pemerintah.
  4. Perubahan Trend Pendidikan. Tahun yang akan datang trend pendidikan akan berubah, salah satu contoh yang akan berubah adalah ketika seorang peserta didik untuk mendapatkan ilmu yang dia butuhkan tidak perlu harus melalui gedung sekolah tetapi dia bisa mencari ilmu dengan mengikuti kelas-kelas online sesuai dengan kebutuhannya. Dan itu sudah mulai terlihat dengan jelas dalam beberapa tahun terakhir ini dimana banyak sekali bermunculan kursus-kursus secara online baik buatan dalam negeri maupun luar negeri. Bukan tidak mungkin ke depannya sekolah tidak lagi membutuhkan Gedung-gedung yang besar tetapi cukup ruangan sederhana karena sekolah hanya akan dibutuhkan untuk menstempel ijasah sedangkan proses pembelajaran dilakukan secara online. Apakah hal tersebut benar-benar akan terjadi? Sangat mungkin terjadi.
  5. Guru Merdeka. Jika digitalisasi pendidikan telah berjalan maka seorang Guru bebas untuk membuka kelas sesuai dengan bidang yang dikuasai dan bebas memilih waktu belajar yang diinginkan dan tidak terikat pada murid satu sekolah. Contohnya, Seorang Guru A yang mengajar di sebuah sekolah dapat membuka kelas online dengan peserta didik dari beberapa sekolah yang berbeda sehingga dia dengan leluasa dapat mengajar mereka sesuai dengan metode dan materi yang dibutuhkan oleh Peserta didik bukan lagi terikat dengan hal administratif yang terkadang mengekang kebebasan Guru dalam melaksanakan proses pembelajaran atau dengan kata lain Guru akan benar-benar menjadi Guru Merdeka yang tentunya dapat terjadi jika para Guru dapat lebih bersahat dengan teknologi.

Perubahan dunia yang begitu cepat tentunya harus diimbangi dengan perubahan dalam pendidikan karena satu-satunya jalan untuk mempersiapkan manusia untuk siap dalam menghadapi perubahan adalah pendidikan karena itu Pendidikan harus bergerak dinamis dengan jalannya perubagan baik Guru, Peserta didik, Orang Tua dan pihak-pihak lain yang berkontribusi untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia menjadi lebih baik. Salah satu langkah yang pasti dan perlu dilakukan saat ini adalah dengan meminta Guru untuk lebih bersahabat dengan teknologi.Salam Merdeka Belajar.

 

sumber :

https://www.kompasiana.com/poltakbutarbutar8687/5eb7cf8b097f367205228bc3/guru-harus-bersahat-dengan-teknologi

 




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :


   Kembali ke Atas